ANALISIS YURIDIS TERHADAP PERJANJIAN GADAI BENTUK BAKU DI PT (PERSERO) PEGADAIAN
Keywords:
Agreement, Pawn, Persero, Perjanjian, GadaiAbstract
This research on "Juridical Analysis of Pawn Agreements in Standard Form at PT (Persero) Pegadaian" aims to find out and analyze juridically how the existence of the principle of freedom of contract in the standard form of pawning agreements at PT (Persero) Pegadaian and what are the responsibilities of PT (Persero) Pawnshop if the item pawned by the debtor is lost.
The method used in this research is a type of normative legal research, namely studying legal norms in the Civil Code and laws and regulations related to this research, such as Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection, the nature of the research is descriptive, namely describing and explaining the existence of the principle of freedom of contract in the standard form of pawn agreements and the responsibility of PT (Persero) Pawnshop if the collateral (pawn) is lost, the type of data is qualitative data, namely data that is not in the form of numbers, the data source is secondary data because the data is already presented in legislation such as the Civil Code and other related laws and regulations, data collection techniques use document studies or library data, while the data processing techniques in this study are research data processed without statistics (manually) so that in the form of data only qualitative data yes it can be narrated or told. While data analysis is discussed using text or content analysis methods, namely highlighting the text or content of legal norms and laws and regulations related to the object under study by way of interpretation (interpretation) and systematization (qualitative analysis).
From the results of the research it is known that the existence of the principle of freedom of contract does not seem to be accommodated in the standard form of pawn agreements at PT (Persero) Pegadaian because the Pegadaian customer as the debtor is not given the opportunity or right to negotiate or bargain over the substance (contents) of the pawn agreement because of the form and the substance has been determined by the PT (Persero) pawnshop itself while the pawnshop customer (debtor) only has a choice, namely agreeing or disagreeing with the substance, if you agree please sign and if you don't agree it means that there is no pawn agreement and it is the responsibility of PT (Persero) ) Pegadaian if in the future the collateral (pledge) is lost, it will be replaced by 125% of the estimated value after deducting the loan money and PT (Persero) Pegadaian is not responsible for losses in the event of a force majeure, including natural disasters, riots and war.
Penelitian tentang “Analisis Yuridis Terhadap Perjanjian Gadai Bentuk Baku di PT (Persero) Pegadaian” ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis secara yuridis bagaimana eksistensi asas kebebasan berkontrak dalam perjanjian gadai bentuk baku pada PT (Persero) Pegadaian dan bagaimana tanggung jawab PT (Persero) Pegadaian apabila barang yang digadaikan debitur hilang.
Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian hukum normatif yaitu mengkaji norma-norma hukum yang ada di dalam KUHPerdata dan peraturan perundang-undangan dengan yang terkait penelitian ini seperti Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, sifat penelitiannya adalah deskriptif, yaitu menggambarkan dan menjelaskan tentang eksistensi asas kebebasan berkontrak dalam perjanjian gadai bentuk baku dan tanggung jawab PT (Persero) Pegadaian apabila barang jaminan (gadai) hilang, jenis data adalah data kualitatif yaitu data yang tidak berbentuk angka-angka, sumber data yaitu data sekunder karena datanya sudah ada tersaji dalam perundang-undangan seperti KUHPerdata dan peraturan perundang-undangan terkait lainnya, teknik pengumpulan data dengan menggunakan studi dokumen atau data Pustaka, sedangkan teknik pengolahan data dalam penelitian ini adalah data penelitian yang diolah tanpa statistic (manual) sehingga berupa data-data kualitatif yang hanya bisa dinarasikan atau diceritakan. Sedangkan analisis data yaitu dibahas dengan metode analisis teks atau isi yaitu menyoroti teks atau isi norma-norma hukum dan peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan objek yang diteliti dengan cara penafsiran (interpretasi) dan sistematisasi (analisis kualitatif).
Dari hasil penelitian diketahui bahwa eksistensi asas kebebasan berkontrak nampak tidak terakomodasi dalam perjanjian gadai bentuk baku pada PT (Persero) Pegadaian karena nasabah Pegadaian selaku debitur tidak diberi kesempatan atau hak untuk melakukan negosiasi atau tawar menawar terhadap substansi (isi) dari perjanjian gadai tersebut karena bentuk dan substansinya sudah ditentukan sendiri oleh pihak PT (Persero) pegadaian sedangkan nasabah pegadaian (debitur) cuma ada pilihan yaitu setuju atau tidak setuju dengan substansi tersebut, kalau setuju silakan tandatangan dan kalau tidak setuju berarti tidak terjadi perjanjian gadai dan tanggung jawab pihak PT (Persero) pegadaian apabila dikemudian hari barang jaminan (gadai) hilang akan diganti sebesar 125% dari nilai taksiran setelah dikurangi uang pinjaman dan pihak PT (Persero) Pegadaian tidak bertanggungjawab atas kerugian apabila terjadi force Majeure antara lain bencana alam, huru hara dan perang