POLA PENGUASAAN DAN KEPEMILIKAN TANAH PADA KAWASAN PERTANIAN (LOKASI HPS) DI KECAMATAN JEJANGKIT KABUPATEN BARITO KUALA
Keywords:
Land Tenure and Ownership Pattern, Agricultural Area (HPS Location), Jejangkit District, Barito Kuala Regency, Pola Penguasaan dan Pemilikan Tanah, Kawasan Pertanian (Lokasi HPS), Kecamatan Jejangkit Kabupaten Barito KualaAbstract
Abstract : The study entitled Land Tenure and Ownership Patterns in Agricultural Areas (HPS Location) in Jejangkit District, Barito Kuala Regency, has the aim of the research first to identify how the impacts after changes in land use change, from agriculture to built up areas to the economic conditions of the community in Jejangkit District Brito Kuala Regency. Secondly, to find out how the efforts to improve the community's economy with changes in land use, from agriculture to the area built in Jejangkit District, Barito Kuala Regency. The method used in this research is empirical legal research methods intended to examine the effectiveness of written law or to make identification of the law. Some conclusions that can be presented in this study are firstly the problem of land inequality is increasing and there are no more rules on land tenure. Meanwhile, economic liberalization that prioritizes the value of money causes institutions of social employment relationships to be increasingly replaced by wage employment systems that are motivated by the economy. The development of agricultural technology that leads to specialization causes the future employment system will lead to a wholesale system. Both the District Jejangkit adjacent to the capital of the province has changed the pattern of the control and ownership of its 90% ownership and control of land by residents outside the District Jejangkit, so farming areas subdistrict Jejangkit not was fit again as changing patterns of control and ownership of the
Abstrak : PenelitianĀ yang berjudul Pola Penguasaan Dan Kepemilikan Tanah Pada Kawasan Pertanian (Lokasi HPS) Di Kecamatan Jejangkit Kabupaten Barito Kuala, memiliki tujuan penelitian pertama untuk mengidentifikasi Bagaimana dampak setelah terjadinya perubahan pemanfaatan lahan, dariĀ pertanian menjadi kawasan terbangun terhadap kondisi ekonomi masyarakat di Kecamatan Jejangkit Kabupaten Brito Kuala. Kedua untuk mengetahui Bagaimana upaya peningkatan ekonomi masyarakat dengan terjadinya perubahan pemanfaatan lahan, dari pertanian menjadi kawasan terbangun di Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum empiris ditujukan untuk meneliti efektivitas hukum tertulis atau untuk mengadakan identifikasi terhadap hukum. Beberapa kesimpulan yang dapat dikcmukakan dalam penelitian ini adalah pertama masalah kesenjangan lahan semakin meningkat dan bahkan tidak ada lagi aturan dalam penguasaan lahan. Sementara itu, liberalisasi ekonomi yang mengutamakan nilai uang menyebabkan kelembagaan hubungan kerja yang bersifat sosial semakin menghilang digantikan oleh sistem hubungan kerja pengupahan yang bermotifkan ekonomi. Berkembangnya teknologi pertanian yang mengarah ke spesialisasi menyebabkan sistem hubungan kerja ke depan akan mengarah ke sistem borongan. Kedua Kecamatan Jejangkit yang berdekatan dengan ibu kota Provinsi telah berubah pola penguasaan dan pemilikan tanah nya, 90 % kepemilikan dan penguasaan tanah oleh penduduk di luar Kecamatan Jejangkit, sehingga untuk kawasan pertanian kecamatan Jejangkit tidak lah cocok lagi seiring perubahan pola penguasaan dan pemilikan tersebut